MINERAL LANGKA: Bumerang bagi AS

Sebuah keluhan yang diajukan ke Organisasi Perdagangan Dunia atas kuota ekspor mineral langka (rare earth) yang dilakukan China dapat menjadi bumerang bagi AS.

Jack Lifton, seorang konsultan perusahaan tentang mineral langka, mengatakan jika WTO memaksa China untuk meningkatkan ekspor, maka akan "menciptakan pesaing rakasa" untuk Molycorp Inc., produsen mineral langka satu-satunya AS.

Kemarin Presiden Barack Obama mengatakan AS, Uni Eropa dan Jepang meminta konsultasi dengan China. Pembicaraan tersebut merupakan pendahuluan untuk meminta WTO guna memutuskan masalah tersebut.

China, yang menyumbang setidaknya 90% dari pasokan mineral langka dunia, telah menahan produksi dan ekspor sejak 2009, menyebabkan harga melambung.

Ke-17 elemen logam kimia itu digunakan dalam aplikasi mulai dari turbin angin hingga peluru kendali dan baterai mobil hibrida.

Molycorp memiliki tambang Mountain Pass di California, deposit mineral langka terbesar di luar China. Perusahaan AS itu tengan memulai lagi oenambangan dan menambah kapasitas.

Molycorp juga membangun pusat pengolahan di lokasi untuk memproses mineral tersebut.

Menurut Lifton, sekalipun AS memiliki Mountain Pass dan deposit mineral langka lainnya, mereka tidak memiliki cukup kapasitas produksi untuk mengambil komoditas itu dan membuatnya menjadi produk seperti magnet. (Bloomberg)

MTB
Hi, saya adalah jurnalis bisnis dan ekonomi di salah satu media nasional. Saya menulis soal kewirausahaan, finansial, saham, hukum bisnis,dan hal-hal menarik lainnya.

Tidak ada komentar

Quote

“Finally, from so little sleeping and so much reading, his brain dried up and he went completely out of his mind.” ― Miguel de Cervantes Saavedra, Don Quixote